PT Organic Vaname membuka peluang Investasi yang berbentuk Syirkah Mudharabah atau sistem bagi hasil, dengan jenis kerjasama “Budidaya Udang Vaname Organic”.

Syirkah mudharabah terdiri dari dua pihak, yaitu pihak pemilik modal (shahibul maal) dan pihak pengelola (mudhorib). Pihak pemodal menyerahkan modalnya dengan akad wakalah kepada kami PT Organic Vaname Indonesia sebagai pengelola dalam bisnis budidaya udang vaname organic dan dikembangkan menjadi usaha bersama yang menghasilkan keuntungan (profit).

Keuntungan dari usaha atau Nisbah yaitu berupa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha dikurangi zakat dan pengembangan usaha serta administrasi disebut keuntungan bersih yang akan dibagikan kedua belah pihak, yaitu 60% kepada kami PT Organic Vaname Indonesia selaku pengelola dan 40% kepada Pemilik Modal.

Jika terjadi kerugian yang didasarkan bukan karena kesalahan manajemen (kelalaian), maka kerugian ditanggung oleh pihak pemodal. Hal ini karena hukum akad wakalah menetapkan hukum orang yang menjadi wakil tidak bisa menanggung kerugian, sebagaimana diriwayatkan oleh Ali r.a. yang berkata: “Pungutan itu tergantung pada kekayaan. Sedangkan laba tergantung pada apa yang mereka sepakati bersama” [Abdurrazak, dalam kitab Al-Jami’].

Dalam Syirkah Mudharabah secara manajemen, pihak pengelola modal wajib melakukan pengelolaan secara baik, amanah dan profesional. Maka dari itu kami selaku PT Organic Vaname Indonesia bertekad berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pengelolaan secara baik, amanah dan profesional. Namun, jika kerugian usaha disebabkan kesengajaan oleh kami selaku pengelola usaha, maka seluruh kerugian akan ditanggung oleh kami sepenuhnya.

Dalam Syirkah Mudharabah pihak pemodal tidak diperbolehkan ikut mengelola/ bekerja bersama pengelolanya.

Pengelola berhak untuk memilih dan membentuk tim kerjanya (teamwork) tanpa harus seizin pemodal, demikian pula dalam pengambilan kebijakan dan langkah-langkah operasional perusahaan.

Laporan bulanan terinci mengenai seluruh kegiatan usaha akan dikirim paling lambat 7 hari pada bulan berikutnya oleh kami kepada pihak pemodal.

Perhitungan untung rugi usaha dilakukan per 1 siklus budidaya (3 Bulan). Jika memperoleh keuntungan,  keuntungan tersebut akan diberikan selambat-lambatnya 7 hari setelah siklus berakhir ke rekening pemodal yang telah didaftarkan kepada kami.

Pihak pemodal bisa menunjuk ahli waris untuk menerima keuntungan bagi hasil usaha bila berhalangan, yang dibuktikan dengan surat kuasa/waris yang bertandatangan diatas materai.

Jangka waktu kerjasama adalah 12 bulan (3-4 Siklus budidaya), kecuali ada pembubaran yang disepakati oleh keduabelah pihak, dan disebut 1 periode Syirkah. Akad Syirkah akan ditinjau kembali setiap akhir periode untuk diperbaharui atau dimusyawarahkan kembali oleh keduabelah pihak.

Pihak pemodal tidak diperbolehkan mengambil atau menambah sejumlah modal usaha, kecuali dalam keadaan istimewa untuk menyelamatkan usaha atau memanfaatkan situasi dan hal tersebut dilakukan atas kesepakatan keduabelah pihak.

Jika terdapat kejadian-kejadian istimewa (musibah) atau kejadian lainnya yang terjadi ditengah-tengah kegiatan usaha, kami akan memberikan info selambat-lambatnya 3 hari setelah kejadian.

Perjanjian Kerjasama Modal Usaha adalah sistem kerjasama yang dilakukakan dimana investor memberikan sejumlah dana kepada PT. OVI yang akan digunakan untuk biaya operasional budidaya udang vaname organik selama periode tertentu.

Keuntungan yang akan didapatkan pihak investor adalah pengembalian total dari uang yang disetorkan diawal tanpa adanya pemotongan, ditambah dengan pembagian dari hasil usaha selama periode kerjasama berlangsung.

Dalam investasi PKMU, pihak investor tidak akan mendapatkan kerugian apapun selama periode kerjasama berlangsung. Semua kerugian ditanggung oleh pengelola modal usaha atau dalam konteks ini PT. Organic Vaname Indonesia tanpa melibatkan pihak investor sama sekali.

Dalam PKMU pihak pemodal tidak diperbolehkan ikut mengelola/ bekerja bersama pengelolanya.

Pengelola berhak untuk memilih dan membentuk tim kerjanya (teamwork) tanpa harus seizin pemodal, demikian pula dalam pengambilan kebijakan dan langkah-langkah operasional perusahaan.

Perhitungan untung rugi usaha dilakukan per 1 (satu) periode kerjasama. Dalam konteks ini yaitu 1 Tahun. Jadi investor akan mendapatkan pengembalian modal utuh beserta dengan keuntungan bagi hasil selama periode kejasama berlangsung.

Pihak pemodal bisa menunjuk ahli waris untuk menerima keuntungan bagi hasil usaha bila berhalangan, yang dibuktikan dengan surat kuasa/waris yang bertandatangan diatas materai.

Jangka waktu kerjasama adalah 12 bulan (satu tahun), kecuali ada pembubaran yang disepakati oleh keduabelah pihak, dan disebut 1 periode Kerjasama. Akad PKMU akan ditinjau kembali setiap akhir periode untuk diperbaharui atau dimusyawarahkan kembali oleh kedua belah pihak.

Pihak pemodal tidak diperbolehkan mengambil atau menambah sejumlah modal usaha, kecuali dalam keadaan istimewa untuk menyelamatkan usaha atau memanfaatkan situasi dan hal tersebut dilakukan atas kesepakatan keduabelah pihak.

Jika terdapat kejadian-kejadian istimewa (musibah) atau kejadian lainnya yang terjadi ditengah-tengah kegiatan usaha, kami akan memberikan info selambat-lambatnya 3 hari setelah kejadian.